Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Januari 2011

Talkshow KAMMI Jepang: “Mengapa Aku Memilih Islam?”


Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jepang bekerja sama dengan PMIJ (Persaudaraan Muslim Indonesia Jepang), menyelenggarakan sebuah Talk Show dengan yang bertemakan “Mengapa Aku Memilih Islam?” yang menghadirkan empat orang muallaf sebagai nara sumber, yang terdiri dari dua orang nara sumber ikhwan berkewarganegaraan Jepang, yang bernama Islam Mustafa dan Said, serta dua orang nara sumber akhwat yang berkewarganegaraan Jepang, dan berkewarganegaraan Perancis, yang keduanya bernama Islam Aisya.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 60 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pekerja yang berada di wilayah Tokyo dan sekitarnya ini, mengupas tuntas seluk beluk proses pencarian kebenaran yang dilakukan oleh keempat nara sumber. Saudara Mustafa yang merasakan kebesaran Islam yang lewat sahabat-sahabat muslimnya ketika dia kuliah di Kanada, saudara Said, yang merasakan kekurangan dalam rohaninya, yang kemudian melakukan pencarian ke berbagai agama, dan akhirnya memilih Islam, juga saudari Aisya (Jepang) yang dibesarkan dalam lingkungan Katolik yang taat, menyimpan begitu banyak pertanyaan yang akhirnya hanya mampu didapatkannya dalam Islam, serta saudari Aisya (Perancis), yang dibesarkan dalam lingkungan Budha yang sangat taat, namun hal tersebut tidak membuatnya mampu menjawab teka-teki tentang hakikat kehidupan manusia, dan hakikat ketuhanan, hingga akhirnya setahun yang lalu dia memutuskan memeluk Islam.

Peserta yang hadir pun diberikan kesempatan untuk menyampaikan kepada pertanyaan kepada keempat nara sumber, ada salah seorang peserta yang menanyakan tentang bagaimana bentuk dakwah yang bisa dilakukan oleh para mahasiswa asing di Jepang, keempat nara sumber memberikan jawaban yang sangat jelas, bahwasanya cara terbaik yang bisa dilakukan adalah menjalankan Islam itu sendiri, dengan demikian orang-orang di sekeliling kita yang masih belum mengenal Islam bisa mengenal Islam, dan lewat tingkah laku kita semua image yang kurang baik tentang Islam pun bisa berubah.

Dalam acara ini juga dilakukan penjelasan tentang rencana pembangunan masjid di daerah Meguro, Tokyo. Acara ini diakhiri oleh Taushiyah yang diberikan oleh Ibu Rieska, salah seorang ibu yang bergerak dalam dakwah pendidikan anak, lewat Taman Kanak-Kanak yang berada di bawah binaan beliau. Beliau mengingatkan peserta tentang bagaimana memperkuat keislaman dan keimanan yang kita miliki serta bersyukur atas hidayah yang Allah berikan kepada kita sehingga kita bisa mengenal Islam.

Melalui acara ini, diharapkan peserta yang sebagian besar muslim keturunan bisa mengambil pelajaran banyak dari para muallaf yang telah melakukan proses pencarian panjang mencari kebenaran, sehingga bisa menambah semangat untuk senantiasa meningkatkan keimanan. Selain itu, melalui acara ini diharapkan terjalin hubungan dan kerja sama yang baik antara muslim pendatang dan muslim setempat, sehingga bisa menjadi penopang dakwah di Jepang yang dari tahun ke tahun semakin marak. (SB/hdn, Dakwatuna)


Selasa, 23 November 2010

Update Info Penanganan Bencana KRC: Laporan 2 minggu Pasca Bencana

Merapi
Sudah lebih dari 2 minggu sejak letusan hebat pada tanggal 26 Oktober 2010 KAMMI turun sebagai relawan. Sementara sampai saat ini kondisi Merapi belum pasti. Sudah lebih dari 7 hari pula radius pengungsian menjadi 20 km.

Kondisi di barak pengungsian boleh dikatakan telah mapan dan stabil. Pengelolaan barak seperti dapur umum tidak hanya dikelola oleh relawan, pengungsi ikut terlibat, khususnya kaum wanita. Ibu-ibu diajak membungkus nasi. Khususnya di Kalasan yang menampung 1178 pengungsi, tiap hari harus membungkus 4500 nasi. Ketika ditangani relawan amatir mulanya kerja bungkus nasi lambat. Terlibatnya ibu-ibu pengungsian mempercepat waktu kerja dan menghemat energi relawan. Relawan KAMMI bisa fokus pada pengelolaan anak-anak. TV One menyediakan makanan anak-anak untuk memperlancar kegiatan KAMMI. Ajaib, akhirnya KAMMI bekerja dengan TV One dalam hal positif, dan bukan merupakan hal yang salah. Contohnya, KAMMI dan TV One bekerja sama menyantun ibu yang akan hamil. Ibu Sutina namanya dikirim ke rumah sakit RSIY PDHI kemarin, sekitar jam 10. Biaya awal hingga akhir ditanggung sumbangan pemirsa TV One.

Beberapa pengungsi mulai beranjak dari tempat pengungsian, pulang ke rumah dari pagi hingga siang, member makan pada ternaknya. Sebagian pengungsi diambil kerabatnya. Jumlah pengungsi barak mulai berkurang. Wajah anak-anak kembali ceria, mayoritas tidak mengalami trauma healing.

Di posko YOUTH CENTER, KAMMI bekerja sama dengan PKPU membangun tenda permanen. Fungsi tenda ini sebagai tenda sosial, tempat pengungsi bersantai dan minum kopi atau susu. KAMMI menyediakan the, kopi, dan susu. Semua pengungsi bisa langsung mengambil, datang ke tenda dan membawa gelas. Di bagian utara tenda dibentangkan terpal. Pengungsi dan relawan bisa duduk santai, menikmati suasana sore hari sambil menikmati minuman. Sore hari banyak aktivitas hiburan seperti bola voli, bulu tangkis, TPA, sepak bola, dan konsultasi trauma healing dari Psikologi UGM.

Sama seperti posko KAMMI di Kalasan, pagi hingga siang hari barak pengungsian YOUTH CENTER sepi, sore hari pengungsi kembali, barak menjadi ramai hingga malam hari. Mengelola pengungsi tidak semudah yang dibayangkan. Banyak motif dan modus penyelewengan bantuan oleh relawan dan pengungsi. Contohnya, ada koordinator pengungsi yang tidak memerhatikan kebutuhan anggotanya, sibuk mengurusi keluarganya. Sehingga ada kasus balita selama 1 minggu tidak makan bubur dan nasi. Alhamdulillah KAMMI dan PKPU berhasil menghandle masalah ini dengan memotong jalur birokrasi pemerintah yang rumit. Terus terang, pemerintah sangat kewalahan mengurus 150 titik pengungsian di Jogja.

Benturan-benturan di lapangan tidak mudah, tapi hal tersebut membuat kader KAMMI kuat dan mengetahui kondisi medan pertempuran. Wajah-wajah kader KAMMI dari Bandung yang semula rapi, berubah jadi kusut. Tapi, mental mereka semakin kuat dan siap bertarung dengan kondisi tersebut. Yang perlu dikelola dengan baik saat ini ialah relawan yang mulai kelelahan dan kehabisan nafas.

Bantuan Penanganan Bencana bisa dikirim ke : 919.899.2999 Bank Muamalat a.n.Ershad qq KAMMI Reaksi Cepat

Laporan: Isnendi Muhammad Fatwa [Kammi.org]